Berbagi informasi unik, menarik dan informatif

Monday, October 21, 2013

Novel singkat Dua puluh satu

Dua tahun kemarin,

Sapa mu masih jelas terniang di otakku. Untuk pertama kalinya kau melekatkan matamu di depan mataku. Aku tersipu, sungguh getaran itu memuncak takkala tubuhmu kau dudukkan tepat di samping ragaku. Aku tak mengerti apa yang aku rasakan. Yang aku tahu aku bahagia berada di samping mu. Dan mungkin saja hatiku menyukaimu.


Entahlah, memang sangat terasa aneh. Waktu seolah bergulir 10kali lebih cepat dari biasanya ketika kamu menghabiskan nya bersamaku. Waktu seolah enggan berkompromi dengan kebersamaan kita. Atau mungkin saja ia iri melihat lakilaki dan gadis ini yang sedang menikmati kebahagiaan bersama. Ahahah rasanya sungguh menyenangkan.

Dan kian lama, hatiku kian terpikat pada sosokmu. Begitu mudahnya kah aku jatuh cinta . Atau mungkin saja usahamu sangat getol untuk membuatku bertekuk lutut di hatimu. Terserahlah, yang mana yang benar. Bagiku semuanya bisa saja terjadi. Yang jelas aku jatuh cinta padamu.
Ketika itu, tanpa aku bisa tebak tepat di 21, malaikat menyertaimu dalam menyamapaikan kalimat yang sedari awal telah aku nanti nantikan. Akhirnya, dengan segenap keyakinanmu kamu berani kan diri untuk benar benar mengetuk pintu hatiku. Ahh kamu bodoh, bukannya sedari awal telah ku buka kan pintu selebar lebar nya untuk menyambut kedatanganmu. Bahkan ketika bayanganmu pun belum juga tampak jelas di pandanganku, aku telah menunggumu. Kamu selalu tidak pernah terlalu peka dalam hal itu.

Malam itu, aku mengujimu. Bukan karna aku tak yakin padamu. Hanya saja aku ingin melihat seberapa sabar dan besar Cintamu yang ingin kau berikan untukku. Dan percakapan kita bergulir hingga larut. Kamu terus menyakinkan aku, namun aku masih saja tak menjawab tanyamu. Hingga satu lagu pertama terlontar yang menjadi awal pembuka bagi kisah kita. Lagu yang sederhana namun sesuai dengan perasaanmu saat itu. Aku masih ingat jelas.

"Jawab, jawablah tanyaku ini apa ku tlah di hatimu atau kau hanya mimpiku. Tolong katakan, katakan padaku bila ku tak ada di hatimu biarlah kau hidup di mimpiku"
Kamu ingin tahu jawabannya? 

Bahwa kamu sudah di hatiku. Kamu lah mimpiku dan kamu hidup di mimpiku.

Aku ingin mengatakan itu secepatnya ketika pertama kalinya kamu ungkapan rasamu. Namun mungkin ini lah jalan ceritanya. Kamu menunggu dengan sabar jawabanku. Meski aku tak tega melihat mu menuggu, karna aku tahu kamu tak suka menunggu.

22, 

Aku masih ingat jelas, di sabtu itu mata mu memancarkan sejuta tanda tanya untukku. Di sudut sana kau menunggu, sedang aku merasa malu menghampirimu untuk mengungkapkan rasa yang sama persis seperti yang kau rasakan. Kamu tidak peka terhadap semua itu. Seharusnya yang aku mau kamu yang menghampiri ku lalu kamu ungkapkan kembali Cintamu. Tepat di mataku. Namun sudahlah. Aku terlalu benci membuang waktu terlalu lama. Aku pergi tanpa ku ungkapkan rasaku. Aku tau kamu kecewa, dan kamu mengira aku menolakmu. Maaf !


Sudahlah, telah terlihat jelas bukan.Tepat di 22 itu, ditengah lembutnya hari, hujan membawa jawabannya kepadamu. "Aku sayang kamu juga"
Akhirnya kamu mengerti tentang rasaku padamu.

Hingga....

Di dua tahun pengulangan tanggal 21 ini. Aku merindukan memont itu kembali lagi menyapa .
Ahh tapi rasanya mustahil. Kamu telah jauh... :)
Share:

Saturday, October 19, 2013

Puisi Setelah semuanya

Ada hati lain yang kini setia menanti rindumu. Bahkan di sela dingin malam pun wajahmu terus membingkai di mimpinya. Selalu ada lekukan senyum di rona pipinya yang merah, saat suaramu bergema di telinga mengucap kata cinta untuknya. Dia bahagia, bersamamu ... 

Ada luapan suka cita ketika, hatimu kini telah berpaut erat di hatinya. Menyatukan dua insan dalam ikatan cinta layaknya sepasang kekasih.


Lagu cinta seolah tak cukup menggambarkan indah cintanya yang telah kamu menangkan. Sebab luka mu telah ia obati dengan lembut lewat belain kasih, membasuh nya dengan kesucian cinta. seperti yang kamu inginkan.

Lukamu telah sirna. Akibat dia yang teramat berharga yang membiatmu lupa akan jalan kemarin.
Kulihat kamu tertawa bahagia, di sela candaan manjanya yang menggoda matamu untuk terus menatapnya lekat-lekat.

Kamu tersenyum, saat matanya dan matamu betemu dalam detik yang sama. Dan ku pastikan getaran ada diantara dia dan kamu. Dia tersipu malu melihat senyum mu yang memikat hatinya, lalu terlihat jelas ada pesta kegembiraan di relung hatinya. Kamu dan dia begitu mabuk akan Cinta yang datang tanpa permisi itu.


Hingga kamu lupa bahwa ada seorang gadis yang sedari tadi memperhatikan percakapan mu bersama dia.

yaa setidaknya itulah jawaban dari segala hening doa ku bersama sang pencipta.


Melihat pria di seberang sana memperoleh nikmat nahagia dari Tuhan. Senyum lepasnya cukup sudah menggambarkan bahwa Tuhan telah segan membiarkan kebahagiaan datang kepada dia. Meski kebahagiaan itu di nikmatinya bukan bersama gadis ini. Namun inilah akhir perjuangan diam ku, mengiklaskan kamu berbahagia bersama sang putrimu yang begitu indah mempeaona itu.


Kini tinggal lah aku gadis biasa yang mencari kebahagian betikutnya....
Share:

Puisi Aqua la vista baby

AQUA LA VISTA BABY

Getir bibirku masih terasa pahit menjalar hati.
Berdendangkan lagu duka di setiap denting waktu.
Aku tersungkur pada lubang dustamu yang begitu kelam.
Lalu kau acuh tanpa perasaan. 


Datar....


Kubangkitkan lagi kobaran api putih ini.
Agar mata itu terbuka lebar kembali menatap hinaku
Namun, daya rasanya tak kuasa menyadarkan
Hatimu terlalu beracun untuk kutawarkan lagi.


Sebab kau lelah dengan tingkahku. Jawabmu yang tersirat pasti.
Begitukah kasih??


Lalu dimana letak ibamu dulu.
Ketika butiran mengalir deras di pelupuk ku.
Kau lemah karena itu. 


Dan menangis dalam tidurmu.
Kemarin......u


Kemudian setelah kau tularkan atmosfer cinta yang membara. Membuatku jatuh, sakit yang kurasa
Lalu....


Yaaa... Kau orang terhebat yang pernah kukenal

Semua seolah hipnotis, dan di akhir bawah sadarku ini.
Aku mulai tersadar, 


Aku juga lelah dengan semua ini
Diakhir bawah sadarku ini. Aku mulai mengakhiri semuanya yang terlebih dulu telah kau akhiri.

Aqua la vista :)



BIAS

ada mata yang menangis dalam sunyi malam.

menampari sekujur tubuh, membuatnya remuk tapi tak hancur....

ada bibir yang getir menggigil menahan jutaan kata kata
melecuti segenap jiwa yang rapuh tapi tidak mati....


seberapa pantasnya ganjaran yang ku dapat dari perjuangan waktu ini.
ketika semua lalai dalam penantian. 


Hanya aku yang tegar, tegap, terduduk menerawang cerita

sang waktu jawab. 

tapi hening....


Sadarkah dia, aku si merpati malang yang arogan. 

Ke apatisan ku terhadap jiwa selainmu, belumkah membuatmu melihat mata hatiku...
Wahaii kau biasku....

Terbataku ucap. Di dingin sunyi malam 
Agar peka menghampiri otakmu
"Aku ingin menikmati nyata mu" ......



AKHIR DARI UJUNG

Tersipu rona mataku menebar.

kala sapa mu memecah hening tak berpenghuni ini.
yang hanya diam dalam milyaran detik kosong.

Tampak jelas bukan?

ada getaran yang mengguncang hati saat namamu beresonansi di otaku
Tak tau pasti apa itu. 


yang ku tahu, ada simpul di senyumku 
jutaan gelora bahagia pecah seketika dalam duniaku. 
gejolak ini semakin waktu membuatku menyadari betapa suka akhirnya menyapaku lagi di ujung penantian ini


akhirnya .....
Share:
loading...